Jawaban untuk Dannis Muhammad (18/04/09)

BIRO EKONOMI

3.BirEks Menurut anda cara apakah yang paling ideal (1 atau 2 saja) untuk mengisi kas HMIF yang bisa dilakukan oleh kita sebagai mahasiswa IF-ITB?

Cara yang paling ideal untuk mengisi kas HMIF yang bisa dilakukan oleh kita sebagai mahasiswa IF-ITB adalah dengan mengerjakan proyek-proyek yang berbasis Informatika. Hal ini sesuai dengan basis himpunan kita, yaitu berbasis keprofesian Informatika. Dengan mengerjakan proyek, teman-teman di HMIF juga dapat belajar dan mengimplementasikan ilmu yang didapat teman-teman dari perkuliahan di IF-ITB. Mengerjakan proyek-proyek juga secara tidak langsung turut memajukan penggunaan teknologi informasi di Indonesia.

Sekedar tambahan, sebagai HMIF, cara lain yang juga ideal untuk mengisi kas HMIF adalah dengan melakukan penjualan yang bersifat pelayanan terhadap anggota-anggota HMIF. Hal ini sudah banyak dilakukan di kepengurusan sebelumnya, seperti berjualan bundel soal yang bekerja sama dengan Divisi PSDA dan berjualan kaos olahraga HMIF.

Jawaban untuk Dellyna Septia (17/04/09)

UMUM

studi kasus nih.. misalnya kalian nanti kepilih jadi Kadiv/Kabir tapi ternyata temen2 sedivisi kalian sebenarnya tidak mengharapkan bahwa kalian yang memimpin mereka dan mereka malah memilih untuk “invisible” saja di himpunan.. kira2 apa yang bakal kalian perbuat?

Seorang calon pemimpin harus memperkecil kemungkinan terjadinya hal tersebut dengan memperlakukan orang-orang dalam organisasinya dengan baik. Saya sudah mengetahui bahwa ada kemungkinan kasus ini terjadi di satu tempat. Dari orang-orang yang akan berbuat “invisible” itu, alasan mereka adalah murni karena sifat, terutama dari cara berkomunikasi.

Sampai saat ini, sesuai dengan sifat saya, saat berkomunikasi saya selalu memperhatikan perasaan lawan bicara saya.
Saya tidak mau membuat lawan bicara saya emosi kecuali di dalam debat, komunikasi dimana emosi dibutuhkan, atau saya sudah mengetahui karakter lawan bicara saya dalam membicarakan hal yang dapat memancing emosi.

Bila kemudian saya terpilih dan kasus ini terjadi, saya akan mengajak orang yang bersangkutan dan menanyakan hal apa yang menjadi masalah untuknya dan mencari jalan tengahnya. Bila tidak ditemukan titik tengahnya, saya akan mengajaknya untuk tetap ke HMIF walaupun hanya sekedar untuk berhimpun saja dan saya akan memaksimalkan SDM yang ada di Biro saya untuk mewujudkan visi dan misi dari ketua HMIF terpilih.

Jawaban untuk Lovinta Happy (16/04/09)

UMUM

1. Isu pengotak-kotakan divisi biro kayanya udah lama banget ada. Bagaimana pandangan teman-teman mengenai isu ini? Jika memang isu ini benar, bagaimana mengatasinya?

Isu pengkotak-kotakan divisi biro di HMIF sangatlah kuat. Hal ini tidak baik karena pemfokusan kerja anggota-anggota HMIF di masing-masing divisi dan biro seharusnya tidak sampai memunculkan isu seperti ini karena antar divisi dan biro seharusnya saling melengkapi dalam membawa HMIF menuju pencapaian visi dan misi yang dijalankan oleh ketua HMIF. Sebenarnya kita sudah memiliki badan khusus yang diperuntukkan untuk menanggulangi masalah ini, tetapi saya sering mendengar isu bahwa badan tersebut juga sebuah kotak tersendiri. Perlu penekanan dalam kaderisasi informal masing-masing divisi dan biro bahwa divisi-divisi dan biro-biro memiliki tugas dan fungsi masing-masing yang saling melengkapi untuk mencapai visi dan misi dari ketua HMIF. Salah satu cara konkretnya adalah dengan menambah kerjasama SDM antar divisi dan biro. Misalnya dalam pelaksanaan proker masing-masing divisi dan biro yang hasilnya diperuntukkan untuk seluruh massa HMIF, koordinator divisi dari panitia pelaksana proker tersebut yang tidak memerlukan kemampuan khusus yang didapat dari kaderisasi informal divisi atau biro yang melaksanakan proker tersebut dapat mengambil sumber daya manusia dari divisi atau biro lain. Saat ini memang banyak proker dari sebuah divisi atau biro yang mengambil sumber daya manusia dari divisi atau biro lain. Namun, banyak dari sumber daya tersebut yang merasa hanya dipekerjakan dan akhirnya hanya memperkuat isu tidak baik ini. Dengan menempatkan sumber daya manusia dari divisi atau biro lain sebagai koordinator akan membuat divisi dan biro lain merasakan penghargaan dan rasa memiliki dengan divisi dan biro lainnya. Selanjutnya diharapkan koordinasi antar divisi dan biro semakin meningkat dan dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan isu tentang pengkotak-kotakan ini.

2. HMIF adalah oragnisasi yang anggotanya mengalir (tiap tahun ada yg keluar, ada anggota baru masuk). Bagaimana strategi teman-teman dalam menjamin tersampaikannya pengetahuan dari anggota yang lebih berpengalaman ke anggota lainnya?

Strategi saya dalam menjamin tersampaikannya pengetahuan dari anggota yang lebih berpengalaman ke anggota yang lainnya adalah dengan pertama melaksanakan kaderisasi formal. Kaderisasi formal dibutuhkan agar para anggota baru memiliki ilmu-ilmu tentang HMIF saat terjun langsung kedalamnya. Selanjutnya untuk mendukung hasil dari kaderisasi formal, harus dan sesuai dengan misi ketua HMIF terpilih adalah melaksanakan kaderisasi informal. Kaderisasi informal dilaksanakan dalam skala HMIF atau dalam skala masing-masing divisi atau biro dengan didasarkan pada GDK, GBHP, dan harapan anggota dan dilaksanakan secara terus-menerus. Mengingat HMIF adalah organisasi yang anggotanya mengalir, peran anggota yang lebih berpengalaman sebagai pemberi ilmu harus berjalan dengan baik agar tidak terjadi pemutusan rantai pengetahuan.

Jawaban untuk Prana Adikhrisna (16/04/09)

UMUM

1. Apa motivasi anda menjadi cakadiv/cakabir divisi/biro xxx?

Motivasi saya untuk menjadi Cakabir Biro Ekonomi adalah untuk membawa teman-teman di Biro Ekonomi kearah perubahan yang lebih baik dan untuk menjalankan implementasi dari visi dan misi ketua HMIF terpilih yang merupakan tugas dan fungsi yang diberikan kepada Biro Ekonomi.

2. Kenapa menurut anda, harus ANDA yang menjadi cakadiv/cakabir divisi/biro xxx?

Karena saya merasa mampu membawa teman-teman di Biro Ekonomi kearah perubahan yang lebih baik yang disesuaikan dengan visi dan misi ketua HMIF terpilih dan visi ketua HMIF terpilih merupakan masalah utama yang paling saya pikirkan dan ingin saya rubah dari keadaan realita HMIF sekarang. Hal tersebut tercermin pada pertanyaan pertama saya di Hearing Calon Ketua HMIF.

Jawaban untuk Adi Purwanto (16/04/09)

UMUM

0. Standar lah…kenapa teman-teman mengajukan diri menjadi cakadiv/cakabir?

Karena saya merasa mampu membawa teman-teman di Biro Ekonomi kearah perubahan yang lebih baik yang disesuaikan dengan visi dan misi ketua HMIF terpilih dan visi ketua HMIF terpilih merupakan masalah utama yang paling saya pikirkan dan ingin saya rubah dari realita keadaan HMIF sekarang.

1. Apa arti HMIF menurut rekan-rekan sekalian?

HMIF menurut saya adalah tempat berhimpun dengan rasa kekeluargaan dan memiliki dan tempat mengabdi dengan rasa sukarela dan tanggung jawab.

2. Apa arti jaket himpunan menurut rekan-rekan sekalian?

Jaket himpunan adalah identitas utama sebuah himpunan. Memiliki jaket himpunan berarti memiliki tanggung jawab atas segala hal yang terjadi pada himpunan tersebut dan keberlangsungannya.

3. Apa yang rekan-rekan sekalian ketahui tentang KM ITB?

KM ITB adalah lembaga mahasiswa terpusat sebagai koordinator dan penyalur aspirasi antar komponen lembaga mahasiswa, yaitu unit kegiatan mahasiswa dan himpunan melalui kongres dimana masing-masing komponen lembaga mahasiswa memiliki wakil yang membawa aspirasi dari lembaganya masing-masing.

4. Sudahkah rekan-rekan menggunakan hak pilih dalam pemilu KM-ITB?

Saya sudah menggunakan hak pilih saya dalam pemilu KM-ITB

Jawaban untuk Gressia Melissa (16/04/09)

UMUM

1. Bagaimana kepemimpinan ideal menurut anda? Bisa dikaitkan dengan kepemimpinan anda nantinya di divisi/biro bersangkutan

Kepemimpinan ideal adalah kepemimpinan yang dilandasi pada rasa saling percaya, keterbukaan dan kejujuran dan dapat berkomunikasi yang baik dengan elemen lain dan mengambil keputusan dengan baik.

2. Menurut temen2, gimana kepemimpinan anda sebagai kadiv/kabir nantinya bisa mempengaruhi HMIF secara keseluruhan (menuju HMIF ideal)?

Kepemimpinan saya adalah membawa biro saya, Biro Ekonomi, sesuai dengan fungsi yang diembannya dalam HMIF dan bekerja sama dengan biro dan divisi lain sesuai dengan visi dan misi ketua HMIF terpilih. Hal ini sesuai dengan konsep HMIF ideal menurut saya, yaitu masing-masing komponen menjalankan tugas dan fungsi yang diembannya masing-masing dan saling melengkapi untuk mensukseskan implementasi visi dan misi dari ketua himpunan.

3. Hal apa yang akan anda pertahankan dari kepengurusan sekarang di kepengurusan anda nanti jika terpilih jadi kadiv/kabir? (bisa skala HMIF secara general ataupun terbatas div/biro terkait aja)

Hal yang akan saya pertahankan dari kepengurusan sekarang adalah kejelasan tugas dan fungsi yang diemban oleh masing-masing divisi dan biro dan kontribusi HMIF di kemahasiswaan terpusat yang sudah cukup baik.

4. Hal apa yang paling ingin anda perbaiki dari kepengurusan sebelumnya dan bagaimana?

Hal yang paling ingin saya perbaiki dari kepengurusan sebelumnya adalah masalah penghimpunan massa HMIF (pemersatuan dan pengompakan).

BIRO EKONOMI

1. Menurut temen2, apakah saat ini HMIF sudah mencapai kemandirian dana? Kalau belum, bentuk kemandirian dana seperti apa yang ingin temen2 terapkan jika nanti menjadi kabir-ekonomi?

Menurut saya saat ini HMIF sudah mencapai kemandirian dana namun belum terlalu dirasakan. Belum dirasakan karena keadaan keuangan/dana/kas HMIF bukanlah suatu hal yang dipedulikan oleh massa HMIF. Saya pernah mendengar bahwa sebisa mungkin acara-acara yang diadakan divisi-divisi atau biro-biro menggunakan keuangan dari luar, dan bila belum mencukupi baru menggunakan kas HMIF. Hal ini menurut saya membuat kas HMIF terpecah ke masing-masing divisi dan kemandirian dana (mau sebaik apapun), tidak akan terasa karena masing-masing divisi dan biro harus mencari sumber keuangan sendiri. Bentuk seperti ini bisa sedikit dimodifikasi agar kemandirian dana HMIF dapat dirasakan oleh massa HMIF dengan cara divisi-divisi dan biro-biro yang akan membuat acara mengajukan cara mencari pemasukkan ke bendahara dan kemudian cara tersebut diimplementasikan oleh Biro Ekonomi untuk menambah pemasukkan HMIF dan divisi-divisi dan biro-biro boleh menggunakan kas HMIF untuk menjalankan proker-prokernya.

2. Sekarang dengan adanya aturan pembagian hasil antara pekerja proyek dan HMIF, dikhawatirkan dapat memicu daya dorong (kebalikan daya tarik, hehe) alias penurunan minat massa (calon pekerja proyek) untuk mengerjakan proyek yang diakomodasi oleh HMIF. Nah, untuk membackup hal ini, daya tarik apa yang terpikir oleh temen2 untuk menaikkan kembali “nilai jual” proyek yang diakomodasi oleh HMIF lebih dari proyek luaran yang tidak diakomodasi oleh HMIF?

Saya sudah sering mendengar berbagai pendapat tentang sistem pembagian hasil proyek 50-50 seperti sekarang ini. Ada yang merasa 50% terlalu sedikit untuk teman-teman yang mengerjakan proyek, ada yang menganggap terlalu besar. Saya sendiri merasa hal ini sudahlah pas. 50% yang “diberikan” kepada himpunan pun tidak murni 50%. Di dalamnya terdapat rasa terima kasih atas proyek yang diberikan, kontribusi yang besar, dan bahkan sebagian besarnya akan kembali ke massa himpunan (termasuk teman-teman yang mengerjakan proyek tersebut) melalui implementasi program kerja-program kerja yang dibiayai oleh uang hasil proyek tersebut.

Sebagai daya tarik untuk menambah “nilai jual” proyek yang diakomodasi HMIF adalah:

  1. Penekanan maksud dan tujuan “pengambilan” 50% hasil proyek oleh HMIF, seperti pada kalimat terakhir paragraf   sebelumnya.
  2. Perlindungan terhadap teman-teman pekerja proyek. Bila di kemudian hari terjadi masalah pada suatu proyek, masalah tersebut akan diselesaikan bersama teman-teman dari HMIF dibandingkan oleh perorangan atau tim bila proyek tersebut bukanlah proyek yang diakomodasi HMIF. Proyek yang diakomodasi oleh HMIF juga akan lebih kuat secara hukum karena HMIF merupakan anggota sebuah badan hukum, BHMN ITB.
  3. Kemudahan dalam negosiasi. Biro Ekonomi sebagai pintu gerbang proyek-proyek untuk HMIF akan memudahkan teman-teman yang mengerjakan proyek karena segala urusan birokrasi akan diselesaikan oleh tim dari Biro Ekonomi, dan teman-teman tinggal menyelesaikan proyek sesuai dengan spesifikasi yang diminta.

3. Apakah HMIF sudah dirasa perlu memiliki kemandirian hukum? Kenapa?

Saya merasa HMIF belum perlu memiliki kemandirian hukum. Saat ini, sama seperti himpunan dan unit lain, proses kegiatan ekonomi (terutama dalam hal pengerjaan proyek) masih dalam skala pembelajaran dan pelatihan. Kegiatan ekonomi dilakukan terutama sebagai pembelajaran dan pelatihan untuk anggota-anggotanya, dan kemudian baru untuk membiayai kegiatan organisasi tersebut. Bila dalam keadaan mendesak, proses hukum juga dapat didapat melalui pusat atau ITB karena HMIF merupakan organisasi yang berada di bawah ITB.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.