UMUM
1. Bagaimana kepemimpinan ideal menurut anda? Bisa dikaitkan dengan kepemimpinan anda nantinya di divisi/biro bersangkutan
Kepemimpinan ideal adalah kepemimpinan yang dilandasi pada rasa saling percaya, keterbukaan dan kejujuran dan dapat berkomunikasi yang baik dengan elemen lain dan mengambil keputusan dengan baik.
2. Menurut temen2, gimana kepemimpinan anda sebagai kadiv/kabir nantinya bisa mempengaruhi HMIF secara keseluruhan (menuju HMIF ideal)?
Kepemimpinan saya adalah membawa biro saya, Biro Ekonomi, sesuai dengan fungsi yang diembannya dalam HMIF dan bekerja sama dengan biro dan divisi lain sesuai dengan visi dan misi ketua HMIF terpilih. Hal ini sesuai dengan konsep HMIF ideal menurut saya, yaitu masing-masing komponen menjalankan tugas dan fungsi yang diembannya masing-masing dan saling melengkapi untuk mensukseskan implementasi visi dan misi dari ketua himpunan.
3. Hal apa yang akan anda pertahankan dari kepengurusan sekarang di kepengurusan anda nanti jika terpilih jadi kadiv/kabir? (bisa skala HMIF secara general ataupun terbatas div/biro terkait aja)
Hal yang akan saya pertahankan dari kepengurusan sekarang adalah kejelasan tugas dan fungsi yang diemban oleh masing-masing divisi dan biro dan kontribusi HMIF di kemahasiswaan terpusat yang sudah cukup baik.
4. Hal apa yang paling ingin anda perbaiki dari kepengurusan sebelumnya dan bagaimana?
Hal yang paling ingin saya perbaiki dari kepengurusan sebelumnya adalah masalah penghimpunan massa HMIF (pemersatuan dan pengompakan).
BIRO EKONOMI
1. Menurut temen2, apakah saat ini HMIF sudah mencapai kemandirian dana? Kalau belum, bentuk kemandirian dana seperti apa yang ingin temen2 terapkan jika nanti menjadi kabir-ekonomi?
Menurut saya saat ini HMIF sudah mencapai kemandirian dana namun belum terlalu dirasakan. Belum dirasakan karena keadaan keuangan/dana/kas HMIF bukanlah suatu hal yang dipedulikan oleh massa HMIF. Saya pernah mendengar bahwa sebisa mungkin acara-acara yang diadakan divisi-divisi atau biro-biro menggunakan keuangan dari luar, dan bila belum mencukupi baru menggunakan kas HMIF. Hal ini menurut saya membuat kas HMIF terpecah ke masing-masing divisi dan kemandirian dana (mau sebaik apapun), tidak akan terasa karena masing-masing divisi dan biro harus mencari sumber keuangan sendiri. Bentuk seperti ini bisa sedikit dimodifikasi agar kemandirian dana HMIF dapat dirasakan oleh massa HMIF dengan cara divisi-divisi dan biro-biro yang akan membuat acara mengajukan cara mencari pemasukkan ke bendahara dan kemudian cara tersebut diimplementasikan oleh Biro Ekonomi untuk menambah pemasukkan HMIF dan divisi-divisi dan biro-biro boleh menggunakan kas HMIF untuk menjalankan proker-prokernya.
2. Sekarang dengan adanya aturan pembagian hasil antara pekerja proyek dan HMIF, dikhawatirkan dapat memicu daya dorong (kebalikan daya tarik, hehe) alias penurunan minat massa (calon pekerja proyek) untuk mengerjakan proyek yang diakomodasi oleh HMIF. Nah, untuk membackup hal ini, daya tarik apa yang terpikir oleh temen2 untuk menaikkan kembali “nilai jual” proyek yang diakomodasi oleh HMIF lebih dari proyek luaran yang tidak diakomodasi oleh HMIF?
Saya sudah sering mendengar berbagai pendapat tentang sistem pembagian hasil proyek 50-50 seperti sekarang ini. Ada yang merasa 50% terlalu sedikit untuk teman-teman yang mengerjakan proyek, ada yang menganggap terlalu besar. Saya sendiri merasa hal ini sudahlah pas. 50% yang “diberikan” kepada himpunan pun tidak murni 50%. Di dalamnya terdapat rasa terima kasih atas proyek yang diberikan, kontribusi yang besar, dan bahkan sebagian besarnya akan kembali ke massa himpunan (termasuk teman-teman yang mengerjakan proyek tersebut) melalui implementasi program kerja-program kerja yang dibiayai oleh uang hasil proyek tersebut.
Sebagai daya tarik untuk menambah “nilai jual” proyek yang diakomodasi HMIF adalah:
- Penekanan maksud dan tujuan “pengambilan” 50% hasil proyek oleh HMIF, seperti pada kalimat terakhir paragraf sebelumnya.
- Perlindungan terhadap teman-teman pekerja proyek. Bila di kemudian hari terjadi masalah pada suatu proyek, masalah tersebut akan diselesaikan bersama teman-teman dari HMIF dibandingkan oleh perorangan atau tim bila proyek tersebut bukanlah proyek yang diakomodasi HMIF. Proyek yang diakomodasi oleh HMIF juga akan lebih kuat secara hukum karena HMIF merupakan anggota sebuah badan hukum, BHMN ITB.
- Kemudahan dalam negosiasi. Biro Ekonomi sebagai pintu gerbang proyek-proyek untuk HMIF akan memudahkan teman-teman yang mengerjakan proyek karena segala urusan birokrasi akan diselesaikan oleh tim dari Biro Ekonomi, dan teman-teman tinggal menyelesaikan proyek sesuai dengan spesifikasi yang diminta.
3. Apakah HMIF sudah dirasa perlu memiliki kemandirian hukum? Kenapa?
Saya merasa HMIF belum perlu memiliki kemandirian hukum. Saat ini, sama seperti himpunan dan unit lain, proses kegiatan ekonomi (terutama dalam hal pengerjaan proyek) masih dalam skala pembelajaran dan pelatihan. Kegiatan ekonomi dilakukan terutama sebagai pembelajaran dan pelatihan untuk anggota-anggotanya, dan kemudian baru untuk membiayai kegiatan organisasi tersebut. Bila dalam keadaan mendesak, proses hukum juga dapat didapat melalui pusat atau ITB karena HMIF merupakan organisasi yang berada di bawah ITB.